IDEALOKA.COM (Kediri) – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri terus berupaya membatasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.
Sejumlah Langkah yang dilakukan antara lain melakukan vaksinasi pada hewan ternak yang belum tertular dan melakukan pengobatan pada hewan ternak yang tertular PMK serta menutup seluruh pasar hewan di Kabupaten Kediri.
Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan untuk sapi yang sakit akan dilakukan pengobatan lebih dulu secara terpisah supaya tidak ada penularan silang.
BACA: Atasi PMK, DKPP Kabupaten Kediri Usulkan Pengadaan 50 Ribu Dosis Vaksin
Kemudian, untuk mempercepat penanganan kasus PMK, DKPP Kabupaten Kediri membentuk dua tim khusus. Tim tersebut antara lain tim vaksinator yang bertugas memberikan vaksin kepada sapi sehat dan tim pengobatan yang menangani sapi yang sudah terinfeksi PMK.
“Tujuan dibentuknya tim khusus ini supaya tidak ada risiko penyebaran virus dari ternak yang sakit ke mereka yang masih kondisinya sehat,” ujarnya, Jumat 17 Januari 2025.
Sementara itu, untuk sapi yang sudah terjangkit PMK, akan diobati dengan diberi vitamin, penyuntikan obat, serta penyemprotan luka di bagian mulut dan kuku menggunakan gusanex. Hal ini untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah infeksi sekunder.
BACA: Pemkab Kediri Terima 7.050 Dosis Vaksin PMK, Disebar ke 26 Kecamatan
“Pada kasus PMK yang makin meluas ini dikarenakan tingginya curah hujan yang mempengaruhi daya tahan tubuh atau imunitas hewan ternak. Untuk itu, maka kami selalu melakukan edukasi kepada setiap peternak supaya mereka lebih waspada,” ucapnya.
Berdasarkan data DKPP Kabupaten Kediri per tanggal 16 Januari 2025 terdapat 797 kasus PMK. Rinciannya, 128 ekor sapi sembuh dan 27 ekor sapi lain telah mati. (Adv/PKP)



