KPI Ajak Generasi Muda Banyuwangi Aktif Kritik Kualitas Sinetron

Narasumber dan peserta seminar Peran KPI dalam Perbaikan Kualitas Program Siaran Sinetron di Indonesia di Pendapa Saba Swagata Blambangan, Banyuwangi, Minggu, 15 September 2024. Foto: Hermawan

Sesuai dengan tema seminar FMPP kali ini, Royin berharap generasi muda yang hadir dapat memberikan kritik dan masukan untuk meningkatkan kualitas sinetron di Indonesia. 

BACA: REFLEKSI HARI KEBEBASAN PERS: Pingpong dan Ketukan Palu Hakim yang Menyakitkan

“Melalui seminar ini, saya harap teman-teman gen Z ini bisa memberikan kritik maupun masukan terhadap sinetron yang ditayangkan di televisi. Seperti bagaimana tayangan sinetron yang diinginkan utamanya terkait wisata dan budaya lokal,” kata Royin.

Seminar ini juga dihadiri akademikus Sunandi Zubaidi, Ketua KPID Jawa Timur Immanuel Yosua Tjiptosoewarno, dan pegiat literasi penyiaran Nuning Rodiyah sebagai narasumber. 

Sunandi menyampaikan bahwa saat ini terdapat banyak media baru yang tidak tekontrol. Sunandi mengingatkan tidak semua tontonan baik. Ia mengatakan tontonan selain sebagai hiburan juga harus memperhatikan nilai-nilai moral juga.

“Generasi muda harus bisa memilih dan memilah apakah tontonan yang ditonton ada manfaatnya atau tidak. Apa yang ditonton harus bisa memberikan nilai-nilai dalam kehidupan kita untuk meningkatkan sumber daya manusia,” kata Sunandi. 

BACA: Berani dan Berisiko Tinggi, Bocor Alus Tempo Raih Udin Award 2024 dari AJI

Ketua KPID Jawa Timur Immanuel Yosua Tjiptosoewarno menjelaskan terdapat tiga peran KPI Pusat dan KPID Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas sinetron di Indonesia, diantaranya sebagai regulator, penguat iklim penyiaran yang sehat, dan perwakilan masyarakat. Yosua mengingatkan semua pihak yang hadir agar dapat bersinergi untuk mewujudkan penyiaran yang berkualitas. 

“KPI terutama KPID Jatim berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas siaran sinetron di Indonesia sehingga siaran sinetron tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik,” kata Yosua.

Pegiat literasi penyiaran Nuning Rodiyah mengungkapkan bahwa terjadi pergeseran medium untuk menonton program siaran. Nuning mengatakan hal tersebut menjadi tantangan kreativitas bagi lembaga penyiaran. 

“Untuk menghadapi tantangan di era digital ini, generasi muda sebagai generasi produktif harus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas penyiaran,” kata Nuning.

Nuning menambahkan melalui seminar FMPP ini diharapakn masyarakat terutama generasi muda dapat menjadi agen pengawasan partisipatif. (*)

Related posts

Leave a Reply