25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai SNI, Konsumen Rugi Rp89 Triliun

Konferensi pers hasil pemeriksaan dan temuan beras fortifikasi tidak sesuai SNI di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa, 15 September 2026. Foto: Kementerian Pertanian RI

Menteri Pertanian (Mentan) RI yang juga selaku Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengungkap temuan terhadap 25 merek beras yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi, namun diduga tidak sesuai dengan standar dan kandungan yang tercantum pada label.

Sebanyak 25 merek beras fortifikasi tidak memenuhi kandungan dan mutu sesuai SNI 9314:2024 untuk kernel beras fortifikan dan SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi.

Atas temuan tersebut, pemerintah mengambil langkah tegas dengan memerintahkan penarikan produk dari peredaran, mencabut izin, dan memproses pihak-pihak yang diduga terlibat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Amran menjelaskan temuan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah, karena beras merupakan pangan strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Pemerintah tidak hanya memastikan ketersediaan beras, tetapi juga memastikan kualitas dan keamanan produk yang dikonsumsi masyarakat.

“Yang pertama, kami sudah perintahkan Tarik. Yang kedua, cabut izinnya. Yang ketiga, diproses,” kata Amran dalam ekspos hasil pemeriksaan dan temuan beras fortifikasi di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa, 15 September 2026.

Ia menjelaskan bahwa temuan tersebut berawal dari pemeriksaan terhadap produk yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi.

Berdasarkan hasil pengujian di Laboratorium IPB Bogor, Laboratorium BRMP, Saraswanti Indo Genetech (SIG), dan Eurofins Angler Biochemlab yang telah bersertifikat, ditemukan produk yang diduga tidak memenuhi kandungan fortifikasi sebagaimana yang tercantum pada label.

“Setelah kita cek di laboratorium, ternyata tidak sesuai dengan labelnya. Ini yang kita tindak,” ujarnya.

Pemerintah mencatat terdapat 25 merek diduga melakukan penipuan ketidaksesuaian kandungan. Padahal menurut Amran, beras fortifikasi memiliki tujuan khusus untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi kelompok masyarakat rentan, antara lain masyarakat miskin, ibu hamil dan menyusui, balita, serta kelompok yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.

“Fortifikasi bukan untuk menggantikan beras premium. Fortifikasi ini untuk kelompok rentan, stunting, orang miskin, ibu hamil, menyusui, dan balita. Kalau dijual dengan harga sangat tinggi, tentu tidak tepat sasaran,” katanya.

Selain persoalan kandungan, pemerintah menemukan adanya disparitas harga yang sangat tinggi. Produk yang seharusnya berada pada kisaran harga sekitar Rp13.000-Rp13.500 per kilogram ditemukan dipasarkan hingga Rp57.000 per kilogram.

Menurut Amran, selisih harga tersebut sangat merugikan masyarakat, apabila produk yang dibeli ternyata tidak memberikan kandungan fortifikasi sebagaimana yang dijanjikan.

“Yang tertinggi dijual Rp57.000, seharusnya sekitar Rp13.500. Selisihnya bisa mencapai Rp44.100 per kilogram. Ini sangat merugikan konsumen,” ujarnya.

Pemerintah memperkirakan nilai kerugian konsumen akibat dugaan praktik tersebut dapat mencapai sekitar Rp89 triliun. Angka tersebut merupakan estimasi dan masih menjadi bagian dari pendalaman bersama aparat penegak hukum.

Amran menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan pihak yang mengambil keuntungan dengan mengorbankan masyarakat, terlebih produk tersebut berkaitan dengan kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan gizi.

“Jangan sampai ada yang menyusahkan rakyat kecil. Kita ingin semuanya tumbuh bersama, tetapi jangan ada yang merugikan rakyat kecil,” ujarnya.

Adapun 25 merek beras yang diduga melakukan pelanggaran antara lain:

1. Idola Fortifikasi

2. Idola High Quality Whole Grain Rice 

3. Idola Long Grain Rice 

4. Ikan Mas Cupang 

5. AAA Wijaya Kusuma 

6. Cantik Manis 

7. Penari Bangkok 

8. Topi Koki Short Grain 

9. Topi Koki Setra Royale 

10. Topi Koki Long Grain Crystal 

11. HOK-1 Gohan 

12. Maknyuss Pulen Gizi 

13. Anak Raja Fortifikasi 

14. Anak Raja Nusantara 

15. Top Anak Raja 

16. PMS Induk Ayam 

17. Sumo 

18. Rasvit 

19. FS Nutri Rice 

20. Pelikan 

21. Rice Rojolele 

22. Super Kepala Beras Premium 111 

23. 111 Golden Number 

24. Putri Koki 

25. Wellfarm Beras Diabet

Related posts

Leave a Reply