Wilayah Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih dilanda gempa susulan dengan magnitudo rata-rata di atas 3,0 sampai di bawah 6,0.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,7 pada Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 09:47:00 WIB.
Pusat gempa berada di darat 39 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai dengan kedalaman cukup dangkal pada 10 kilometer pada lokasi 8,28 LS-120,60 BT.
BMKG menyatakan gempa ini tak berpotensi tsunami.
Di hari yang sama, juga terjadi gempa dengan magnitudo 5,6 pada pukul 05:45:20 WIB di kedalaman 10 kilometer.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,35° LS; 120,63° BT atau tepatnya di darat pada jarak 34 kilometer arah timur laut Ruteng, Manggarai, NTT.

Berdasarkan lokasi episenter (pusat gempa) dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).
Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:
1. V-VI MMI (Getaran dirasakan oleh semua penduduk di Kabupaten Manggarai. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan).
2. IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah di Kabupaten Nagekeo.
3. III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah di Kabupaten Manggarai Barat.
4. III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu di Kabupaten Sikka.
Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempabumi M7,7 di Flores NTT pada 15 Agustus 2026 pukul 05:58:23 WIB.
Hingga tanggal 20 Agustus 2026, pukul 06.00.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 3.422 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock ) dengan magnitudo terbesar M6,2.
“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” demikian imbauan BMKG dalam rilis resmi yang disiarkan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto.
BMKG mengimbau agar masyarakat mengakses sumber resmi dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website http://www.bmkg.go.id atau https://inatews.bmkg.go.id/web/detail?name=20260820054748&day=578, telegram channel https://t.me/InaTEWS_BMKG atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg. (*)





