Pemkab Kediri Dukung Jembatan Garuda, Diharapkan Tingkatkan Indeks Daya Saing Daerah

Podcast bersama salah satu stasiun televisi di Makodim 0809/Kediri, Selasa, 11 Agustus 2026. Foto: Pemkab Kediri

Pemerintah Kabupaten Kediri mendukung pembangunan Jembatan Garuda yang dilakukan TNI Angkatan Darat (AD) sebagai bagian dari upaya memperlancar konektivitas antarwilayah.

Plt. Kepala Bappeda Kabupaten Kediri Joko Suwono mengatakan pembangunan Jembatan Garuda sejalan dengan kebutuhan pembangunan wilayah yang menyesuaikan kondisi geografis dan topografi Kabupaten Kediri.

Read More

Hal itu disampaikan Joko saat menjadi narasumber dalam podcast bersama salah satu stasiun televisi di Makodim 0809/Kediri, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi wilayah Kabupaten Kediri yang beragam membuat pembangunan perlu melihat karakter masing-masing kawasan.

“Secara riil di lapangan kami punya target-target kinerja yang harus dicapai. Karena itu, kami berterima kasih dengan adanya dukungan pembangunan seperti Jembatan Garuda ini,” kata Joko.

Ia menjelaskan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur tersebut sejalan dengan salah satu misi Kabupaten Kediri, yakni Pembangunan Wilayah dan Infrastruktur.

Misi tersebut salah satunya diukur melalui indikator indeks daya saing daerah.

Pada 2026, Pemkab Kediri menargetkan capaian indeks daya saing daerah sebesar 3,98. Angka tersebut ditargetkan meningkat menjadi 4,30-4,33 pada 2030 sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Joko menilai dengan konektivitas yang semakin baik juga dapat membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan.

Sementara itu, Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol (Inf) Dhavid Nur Hadiansyah menyebut sektor pertanian sebagai salah satu potensi unggulan Kabupaten Kediri. TNI AD juga berupaya membantu kebutuhan air untuk mendukung irigasi pertanian.

“Untuk irigasi apa pun itu sedang kami upayakan. Intinya kami menunggu dari masyarakat yang membutuhkan, sekiranya bisa kami dukung dengan air,” ujarnya.

Pembahasan juga mencakup rehabilitasi sekolah dan panti asuhan, program ketahanan pangan, renovasi rumah tidak layak huni, pencegahan dan penurunan stunting, serta penghijauan dan pelestarian lingkungan melalui program “Bersatu dengan Alam”. (Adv/PKP)

Related posts

Leave a Reply