- Abdul Qadir Amir Hartono

Pria asal Kota Malang kelahiran 30 September 1974 ini dulu dikenal sebagai aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan pernah menjadi dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Sunan Giri Malang.
Kini ia menjadi Pembina Yayasan Raudlatul Ma’arif As Syafi’iyah 2022-2027 dan Ketua Pembina Yayasan Pondok Pesantren Raudotul Abror 2022-2027.
Ia menempuh S1 di Universitas Islam Malang (Unisma) dan lulus 1998 dan menempuh S1 di Universitas Darul Ulum Jombang lulus pada 2011.
Pria yang akrab disapa Gus Anton ini melanjutkan S2 Hukum Tata Negara di Universitas Widyagama Malang dan lulus tahun 2003. Hingga saat ini masih menempuh program Doktoral (S3) bidang hukum di Universitas Brawijaya Malang.
Pria berusia 40 tahun ini pernah menjadi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Jawa Timur periode 2014-2019 dan saat ini kembali mencalonkan sebagai Anggota DPD periode 2024-2029. Ia pernah menjadi Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Malang.
Sumber:
https://infopemilu.kpu.go.id/Pemilu/Dct_dpd/profil
https://www.mpr.go.id/vr/1329/ABDUL-QADIR-AMIR-HARTONO,-S.E.,-S.H.,-M.H.
- Adilla Aziz

Adilla Azis, 56 tahun, lahir di Surabaya 10 November 1967 dan merupakan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2019-2024. Ia juga seorang pengusaha dan menjadi Direktur PT Andromeda Graha sejak 1989 hingga 2024. Perusahaan yang berkantor di Kabupaten Malang ini bergerak di bidang perdagangan dan penyalur tenaga kerja.
Sebelum menjadi Anggota DPD, wanita asal Kota Malang ini pernah masuk dunia politik dan menjadi Ketua Srikandi DPP Partai Hanura 2010-2017. Selain itu, ia juga pernah mengikuti diklat di Lemhanas dan Kementerian Ketenagakerjaan tahun 2010 dan 2015.
Adilla juga pernah jadi Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Malang dan Anggota DPRD Kabupaten Malang periode 2009-2014. Adilla adalah adik dari Djamal Aziz mantan Anggota DPR RI dari Partai Hanura yang berpindah jadi caleg Partai Gerindra pada Pemilu 2019.
Djamal dan Adilla mengelola PT Andromeda Graha milik keluarga. Djamal banyak membantu Adilla berkarir di dunia politik dan sampai terpilih jadi Anggota DPD.
Adilla dan Djamal pernah dituduh menyuap oleh calon inkumben, Ahmad Sofwani, dalam pemilihan Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Malang tahun 2010. Djamal dituding menggalang dukungan dan dugaan suap pada Ketua-Ketua PAC Partai Hanura di Kabupaten Malang saat itu. Namun tuduhan itu dibantah Djamal.
Sumber:
https://www.mpr.go.id/vr/635/ADILLA-AZIS
https://jariungu.com/caleg_2019.php?idCaleg2019=8295
https://surabaya.tribunnews.com/2010/06/23/pascapemilihan-kubu-sofwani-dan-adila-saling-serang



