Jaga Mata Air dan Tambah Sambungan Air Bersih, Pemkab Banyuwangi Raih Penghargaan Penyelenggaraan Air Minum Aman

Proses penilaian air bersih aman oleh Kementerian PUPR. Foto: Pemkab Banyuwangi

IDEALOKA.COM (Banyuwangi) – Pemkab Banyuwangi meraih penghargaan Penyelenggaraan Air Minum Aman dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Banyuwangi masuk dalam tiga besar peraih penghargaan dari 541 kabupaten/kota se-Indonesia. 

“Alhamdulillah Banyuwangi mendapatkan penghargaan Penyelenggaraan Air Minum Aman. Ini memotivasi kami untuk terus menjaga ketersediaan sumber mata air bersih untuk menyediakan air minum yang berkualitas dan aman bagi masyarakat,” kata Pj Sekda Banyuwangi Guntur Priambodo, Rabu, 16 Oktober 2024.

Read More

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri PUPR Basuki Hadimuljo kepada Guntur di Yogyakarta, Selasa, 15 Oktober 2024. 

Guntur mengatakan Kementerian PUPR mengapresiasi Banyuwangi karena dinilai  menunjukkan komitmen dan prestasi dalam pencapaian akses air minum aman sesuai prinsip 3K (Kualitas, Kuantitas, dan Kontinuitas).

BACA: 

Guntur mengatakan Pemkab Banyuwangi selama ini telah melakukan berbagai upaya menyediakan akses air bersih untuk konsumsi bagi masyarakat berkolaborasi dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM). 

Pemkab Banyuwangi telah menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menyediakan air minum aman bagi warganya. Salah satunya dengan membangun ribuan Sambungan Rumah (SR) air bersih. Selama 2024, Banyuwangi telah memasang 1.027 sambungan rumah air bersih gratis kepada warga di sepuluh desa.

“SR air bersih ini bertujuan agar masyarakat mudah mendapatkan layanan air minum serta sanitasi yang baik melalui sambungan-sambungan rumah,” kata Guntur.

Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga melakukan upaya merawat sumber mata air. Banyuwangi memiliki 348 sumber mata air yang tersebar di berbagai wilayah. Sumber mata air tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih konsumsi penduduk Banyuwangi yang diperkirakan mencapai 257 juta liter air per hari. Bahkan kegiatan ini juga dijadikan festival bertajuk Festival Mentari (Menjaga Mata Air) yang digelar setiap tahun.

BACA: 

“Merawat sumber mata air menjadi keharusan agar keberlangsungannya terus terjaga. Kami juga melibatkan masyarakat pada upaya ini,” ujar Guntur.

Sementara itu, Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi Abdurrahman mengatakan bila penilaian Penghargaan Penyelenggaraan Air Minum Aman dilakukan melalui penilaian administrasi dan penilaian lapangan. Penilaian lapangan dilaksanakan oleh tim penilai dari Kementrian PUPR langsung di Banyuwangi.

“Penilaian kualitas air dilaksanakan di Sumber Mata Air Gedor di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro. Tim juga mengecek langsung reservoar di Kalipuro untuk melihat kondisi instalasi air,” kata Abdurrahman.

Selain itu, penilaian juga dilakukan oleh tim Kementerian PUPR dengan mendatangi sejumlah warga pengguna air bersih, yakni warga pengakses air yang lokasinya tertinggi, terdekat dan terjauh dari installasi air bersih.

“Penilaian dilakukan dengan wawancara pada warga tentang kualitas air yang dikonsumsinya, kontinuitas aliran air dan tekanan air yang mengalir ke rumah,” pungkas Abdurrahman. (*)

Related posts

Leave a Reply