Kediri – Komitmen menjaga keamanan pangan selama Ramadan ditunjukkan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin dengan melakukan sidak takjil, Senin, 23 Februari 2026.
Sidak dilakukan di kawasan Sekartaji, Pasar Bandar, dan GOR Joyoboyo.
Sidak tersebut melibatkan Pemerintah Kota Kediri bersama Dinas Kesehatan Kota Kediri dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kediri.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati turut turun langsung berkeliling lapak takjil untuk memastikan jajanan yang dikonsumsi masyarakat aman dan layak.
Dari hasil pengujian BPOM terhadap 56 sampel makanan ditemukan satu jenis makanan berupa kerupuk yang terindikasi mengandung pewarna berbahaya.
Pedagang yang bersangkutan langsung diberi peringatan dan diminta menghentikan penjualan.
“Hasil sidak hari ini, dari BPOM ditemukan salah satu makanan terindikasi adanya pewarna makanan yang berbahaya. Tadi sudah diinformasikan kepada pedagangnya untuk tidak berjualan,” ujar Mbak Wali.

Ia menyampaikan hasil uji di sentra takjil lainnya, yakni di GOR Joyoboyo dan Pasar Bandar, menunjukkan seluruh sampel makanan dalam kondisi aman dikonsumsi.
Meski demikian, Pemkot Kediri memastikan pengawasan tidak berhenti pada satu kali sidak.
“Pemantauan ini akan terus dilakukan secara berkala selama bulan puasa, agar masyarakat merasa aman dan tidak ragu saat membeli takjil,” ujarnya.
Kepala BPOM Kediri Winanto menjelaskan bahwa bahan berbahaya yang terdeteksi merupakan pewarna kain yang tidak diperbolehkan untuk pangan. Pihaknya mengedepankan pendekatan pembinaan kepada pelaku UMKM.
“Kami lakukan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada pedagang. Selanjutnya akan ditelusuri sumber produk tersebut, baik distributor maupun pabriknya,” kata Winanto.
BPOM dan Dinas Kesehatan Kota Kediri juga mengimbau masyarakat untuk lebih cerdas memilih pangan dengan menerapkan prinsip Cek KLIK, yakni cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa. (Adv)





