Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan menyelenggarakan Pembekalan Kesehatan Jemaah Haji di Hotel Lotus Garden, Senin, 27 April 2026. Acara ini dibuka langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.
Mbak Wali menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kesehatan, kekompakan, dan kesiapan mental kepada para calon jemaah haji Kota Kediri.
Dalam kesempatan tersebut, Mbak Wali menekankan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan mental, kesiapan lahir dan batin.
Oleh karena itu, para calon jemaah diminta untuk disiplin menjaga kesehatan, menjaga pola makan, dan terus berkoordinasi dengan petugas haji selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Jangan sampai nanti kita berangkat 281 orang, pulangnya ternyata berkurang. Harapannya kita semua saling menjaga dan tetap disiplin di sana, karena kita juga membawa nama baik bangsa Indonesia dan Kota Kediri,” ujarnya.

Mbak Wali juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kediri telah menyiapkan pendampingan bagi para calon jemaah haji dengan lima petugas haji yang akan mendampingi, terdiri dari dua dokter, satu perawat, serta petugas pendamping lainnya termasuk Gus Soleh dan Gus Anang yang akan membantu dalam pendampingan ibadah maupun aturan keagamaan selama di Tanah Suci.
Berdasarkan laporan medis dari Dinas Kesehatan Kota Kediri, terdapat 158 jemaah yang masuk dalam kategori risiko kesehatan, baik ringan, sedang, maupun berat, dengan dominasi penyakit hipertensi.
Kondisi ini menjadi perhatian serius bersama sehingga pembinaan kesehatan menjadi sangat penting agar para jemaah dapat menjaga kondisi tubuh sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air.
“Untuk itu, saya mengajak semuanya untuk disiplin menerapkan pola hidup sehat mulai sekarang. Atur asupan makanan, cukup istirahat, menjaga kebugaran fisik dengan berolahraga, serta rutin mengonsumsi obat bagi yang memiliki penyakit penyerta. Jika mengalami gejala sekecil apa pun, segera laporkan kepada petugas kesehatan agar dapat ditangani sejak dini,” ucapnya.
Selain itu, Wali Kota termuda ini juga mengingatkan agar seluruh calon jemaah memastikan vaksinasi wajib telah lengkap paling lambat 10 hari sebelum masuk embarkasi, selalu mematuhi arahan petugas, tetap tenang dan senang selama menjalankan seluruh tahapan ibadah, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Hamida menambahkan bahwa bagi jemaah dengan kategori risiko tinggi, petugas akan memberikan tanda khusus berupa gelang dan melakukan pengawasan ekstra ketat.
Mengingat cuaca dan aktivitas fisik yang berat di Tanah Suci, para jemaah, terutama lansia, diimbau untuk tidak memaksakan diri dan terus menghidrasi tubuh dengan banyak minum air putih.
Hamida mengingatkan agar jemaah selalu membawa obat-obatan pribadi dan mematuhi pola diet yang telah ditentukan tim medis agar tidak mengalami dehidrasi atau kelelahan ekstrem yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah.
“Jangan sampai dehidrasi dan kelelahan, terutama orang tua. Di sana itu ibadahnya fisik, kelelahan itu pasti, tetapi jangan terlalu diforsir, tetap disesuaikan dengan kemampuan masing-masing,” ujarnya.
Pembekalan ini juga dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkot Kediri Yono Heryadi, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Kediri Basarudin, Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK), Petugas Haji Daerah (PHD), dan para calon jemaah haji Kota Kediri. (Adv)





