Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kediri Koi Show (KKS) ke-13 kembali menjadi magnet bagi penghobi ikan koi dari berbagai daerah untuk memperebutkan piala bergilir Bupati Kediri.
Hingga hari pertama penyelenggaraan, sebanyak 868 ekor ikan koi telah terdaftar mengikuti kontes yang digelar di Gedung Convention Hall Simpang Lima Gumul, Jumat, 1 Agustus 2026, dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah.
Ketua Kediri Koi Club, Syahrul Munir, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan minat masyarakat terhadap ikan koi terus meningkat.
Pendaftaran untuk beberapa kategori masih dibuka sehingga jumlah peserta diperkirakan terus bertambah.
“Ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap dunia koi terus meningkat,” ujarnya di sela proses penjurian.
Ajang berskala nasional ini memperebutkan Piala Bergilir Bupati Kediri dengan peserta yang datang dari berbagai wilayah, mulai Jawa Timur, Jawa Barat, Bandung, Bogor, Tangerang, Sumatera hingga Sulawesi.
Syahrul menjelaskan Piala Bergilir Bupati Kediri yang telah diperebutkan dalam empat kali penyelenggaraan dan bahkan mencatatkan Rekor MURI sebagai piala terberat pada kontes ikan koi di Indonesia.
Proses penjurian dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama untuk kategori ikan berukuran 61–70 sentimeter yang memperebutkan gelar Grand Champion, sedangkan sesi kedua diperuntukkan bagi kategori ikan berukuran 13–60 sentimeter.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik menjadi pembudidaya ikan koi,” jelasnya.
Salah satu peserta sekaligus juara bertahan, Kiki Sutarki, pemilik Samurai Koi Center, mengaku telah mengikuti Kediri Koi Show sebanyak 12 kali dan hampir tidak pernah absen.
“Persiapan kami selalu memilih ikan terbaik agar mampu bersaing dengan para penghobi dari seluruh Indonesia. Tahun ini kami membawa jenis Kohaku, Sanke, dan Showa karena fokus pada perebutan Grand Champion A,” katanya. (Adv/PKP)





