Banyuwangi – Anggota Komisi VIII DPR RI Ina Ammania menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula Lantai 2 Universitas Dr. H. Soemarno (Unismar) Banyuwangi, Cempokosari, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Senin, 14 September 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 200 peserta dari kalangan mahasiswa dan akademisi Unismar serta Universitas Bakti Indonesia (UBI) Banyuwangi.
Dalam pemaparannya, Ina menekankan pentingnya moderasi beragama bagi Generasi Z (Gen Z) di tengah pesatnya arus informasi digital.
Menurutnya, moderasi beragama bukan sebatas materi seminar, melainkan sikap hidup sehari-hari yang berlandaskan empat pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama atau mengurangi keyakinan. Kita tetap menjalankan agama dengan sungguh-sungguh, namun di saat yang sama menghormati keyakinan orang lain,” ujar Ina di hadapan ratusan mahasiswa.
Ia menyodorkan empat indikator utama moderasi beragama yang dirumuskan Kementerian Agama, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, antikekerasan, dan sikap akomodatif terhadap budaya lokal.
Keempat poin tersebut dinilai menjadi benteng efektif dalam meredam potensi radikalisme yang kini marak menyasar anak muda melalui media sosial. Ina juga mengingatkan Gen Z agar lebih bijak dan kritis saat menyaring informasi di dunia maya untuk mencegah penyebaran narasi kebencian maupun hoaks.
“Sebelum membagikan konten yang memicu amarah, berhenti sejenak. Cek sumbernya, pastikan keutuhan videonya. Jangan sampai jempol kita menjadi alat penyebar kebencian. Jadilah pembentuk ruang digital yang sehat,” tegasnya.

Selain sosialisasi nilai-nilai kebangsaan, kunjungan kerja ini dimanfaatkan untuk memantau langsung penyaluran program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di Unismar. Sebanyak 45 mahasiswa dari keluarga kurang mampu (kategori desil 4 ke bawah) berhasil menerima bantuan pendidikan tersebut melalui jalur aspirasi Ina Ammania.
Rektor Unismar, Haya, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian dan pengawalan program bantuan pendidikan tersebut bagi para mahasiswanya.
“Baru kali ini kampus kami dikunjungi langsung oleh Anggota DPR RI. Kami sangat berterima kasih karena sebelumnya, dari puluhan berkas yang kami ajukan secara reguler, paling banyak hanya 5 hingga 8 mahasiswa yang lolos. Berkat pengawalan tim Ibu Ina Ammania, tahun ini sebanyak 45 kuota KIP Kuliah bisa terealisasi,” ungkap Haya.
Melalui sinergi edukasi kebangsaan dan dukungan akses pendidikan tinggi ini, Ina berharap Gen Z di Banyuwangi dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara digital, teguh menjaga toleransi, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa. (Adv)





