Namun, intimidasi itu dianggap tidak seberapa dibanding kekerasan fisik yang dialami para jurnalis di daerah lain.
“Kami yakin ada banyak jurnalis lain di berbagai daerah juga mengalami ancaman yang luar biasa, mungkin yang kami hadapi tidak ada apa-apanya. Kami melihat banyak jurnalis di Papua dan lain-lain yang mengalami ancaman luar biasa,” kata Pram.
BACA: Penganiaya Mantan Jurnalis Radar Madura Bebas, Jaksa Tempuh Kasasi
Intimidasi itu juga tak membuat mereka ciut nyali dan mengajak para jurnalis tetap melawan ketidakadilan yang terjadi di masyarakat. “Tentu saja diam dan tunduk bukan pilihan kita semua yang ada di sini,” katanya.
Ia mempersembahkan Udin Award untuk masyarakat yang selama ini mendukung para jurnalis yang berani melawan ketidakadilan.
“Terima kasih untuk wartawan yang terancam keluarganya, bukan cuma untuk Tempo, tapi untuk semua kita yang ada di sini. Dan untuk publik, kami persembahkan award ini,” ujar jurnalis yang terlibat dalam peliputan karya jurnalistik investigasi Tempo yang memenangkan penghargaan Adinegoro tahun 2016 dan 2019 ini.




